Viral, Aktivis Anti Korupsi Disebut Perkosa 2 Perempuan di Medsos - Berita Korupsi Viral Hari ini - Kabar Korupsi Hari ini

Mobile Menu

Top Ads

More News

logoblog

Viral, Aktivis Anti Korupsi Disebut Perkosa 2 Perempuan di Medsos

12/28/19
ilustrasi pemerkosaan pelecehan seksual
Ilustrasi Pemerkosaan dan pelecehan seksual. (Foto Istimewa) 

JAWA TIMUR, KabarKorupsi.Com - Viral di media sosial (medsos) twitter, kabar tak sedap tengah menghampiri pegiat anti korupsi di Malang. Salah satu aktivis mereka disebut telah melakukan pemerkosaan. Kabar itu viral medsos.

Cuitan secara gamblang disampaikan oleh akun twitter @sesenggukkan. Dalam twitnya disebutkan jika pelaku pemerkosaan adalah oknum aktivis Malang Corruption Watch (MCW).


Foto: Screenshot layar. 

"Trigger warning sek : RAPE," tulis @sesenggukkan mengawali cuitannya, Jumat (27/12/2019), siang.

"Aktivis MCW ono sing merkosa dan jare MCW iku ga melanggar kode etik jd ga ada sanksi dan sebaiknya diselesaikan secara personal antara pelaku ambek korban. Trus saiki kancaku seng mengadvokasi korban arep dituntut nggawe UU ITE hash aktivis J****K," sambungnya.

Dalam cuitan berikutnya, akun tersebut mem-posting pernyataan sikap bersama yang dibuat pada 26 Desember 2019. Pernyataan sikap itu meminta ada pemecatan dan sanksi bagi pelaku, sekaligus menuntut gerakan anti korupsi bersih dari predator seksual.


Foto: Screenshot layar. 

Di dalam pernyataan sikap itu tertulis bahwa aktivis anti korupsi tersebut telah memerkosa dua perempuan, yang disebut X dan Y. Disampaikan pula, perlu adanya perlindungan bagi pendamping yang tengah memberikan advokasi terhadap korban.

KabarKorupsi.Com berusaha untuk menelusuri kebenaran dari informasi yang tengah hangat menjadi perbincangan publik tersebut dengan menghubungi pendamping yang kini memberikan advokasi terhadap kedua korban.

Saat dikonfirmasi Dina yang mengaku sebagai pendamping membenarkan hal itu. Bahwa kronologi kejadian yang menyebar melalui pesan WhatsApp dan media sosial berasal dari mereka.

"Kami belum bisa memberikan keterangan, ditunggu saja rilis dari kami," kata Dina pendamping korban saat dikonfirmasi, seperti dilansir dari detikcom.

Dina mengaku belum dapat memberikan keterangan perihal masalah tersebut. Karena saat ini tengah fokus untuk memberikan perlindungan terhadap korban.

"Maaf, kami belum bisa kasih keterangan. Karena masih fokus terhadap korban," tegasnya menyudahi keterangannya.

Editor: Redaksi